Merayakan Perbedaan

Halo saya Kiky, Islam, kedua orangtua saya Jawa. Ibu saya memiliki seorang nenek keturunan Arab Saripah (syarifah). 

Suami saya Islam, keturunan Bali – Jawa, ayah mertua saya Hindu dan ibu mertua saya Islam. 

Keluarga besar ayah saya, Islam dan Katolik.

Keluarga besar ibu saya Islam, Katolik, Hindu, Kristen, Kejawen. 

Kedua orangtua saya Haji, ketika kecil ibu saya pun mengenalkan saya tentang tradisi Natal, tradisi kejawen tetapi juga mengajarkan saya untuk sholat dan mengaji, 9 tahun saya bersekolah di perguruan Muhammadiyah. 

Sahabat serta teman saya pun dari suku dan agama yang berbeda – beda. 
Saya menghormati perbedaan, perbedaan yang kita miliki adalah Mahakarya dari Al Khaliq, Allah SWT  #merayakanperbedaan #bhinekatunggalika 

 

Iklan

DEADLINE, GTM DAN TEMAN – TEMANNYA

GTM, apaan sih itu?

Gerakan Tutup Mulut atau lebih dikenal dengan sebutan GTM, fase yang lumayan sering terjadi pada anak – anak balita yang tetiba mogok makan. 

Freya emang beberapa bulan ini nafsu makannya rada berkurang, tapi sudah 4-5 hari ini makin menjadi. GTM yang dibarengi demam rendah dengan suhu 37,4 -37,5 makin bikin dia mulut nya terkunci rapat. Kemarin seharian cuma mau minum air putih, roti secuil dan ASI. Susu pun selalu ditolaknya. Rasanya patah hati! 

Terlebih lagi, ia maunya nempel terus sama maminya. Mami yang lagi dikejar deadline buat nyelesaiin report makin tambah pusing, karena sama sekali ga bisa dilepas huhuhuhu.. 

Tidur maunya sama mami, mentil ga lepas – lepas, dipegang sama si mbak-nya pun dia marah, sesekali mau sama papi tapi ya ujung-ujungnya kembali cari mami. Disini nih letak kesabaran saya sebagai seorang ibu sedang di uji. 

Sudah tes darah hasilnya pun tidak ada sesuatu yang mencurigakan, cuma sampai sekarang demamnya belum turun – turun huhuhuhu, setiap minum obat penurun panas pasti dimuntahin. Yang agak sedikit menggembirakan adalah hari ini selain roti sudah ada sedikit masuk nasi putih, pangsit goreng bakmie GM dan susu ultamimi cokelat favorite nya. 

Semoga kondisimu berangsur membaik ya sayang 

Travelling with babies

Akhir bulan November lalu, perdana Freya jalan-jalan ke Singapore. 

Birthday trip yang tertunda, tapi bisa terlaksana karena Alhamdulillah papsky dapat rejeki pendidikan selama seminggu disana. 

Apa saja sih yang harus dibawa selama seminggu disana? 

Jujur ya selama ini mamsky selalu light traveling untuk menghindari lamanya antrian bagasi hehehe.. tapi begitu ada Freya, bawaan pasti jadi nambah banyak. 

Tetapi teteup ya bawaan sebisa mungkin diminimalisir hahahahha


Alhasil semua masuk kedalam satu koper sedang & ransel Anello.

Kurang lebih bawa 21 baju utk freya selama seminggu disana. Itu terdiri dari, kaos – celana panjang – celana pendek – jumpsuit – legging. 

Bawa handuk mandi, utk diapers juga bawa dari Jakarta karena katanya mahal disana, pdhal tadinya cuma mau bawa secukupnya saja sisanya beli. 

Bawa Tupperware ( botol minum & tempat makan ) dan juga sendoknya. Bawa snack utk Freya, susu UHT secukupnya. Untuk Snack dan UHT saya beli lagi disana. 

Meskipun masih ASI tapi Freya sudah minum UHT, jatahnya 1-2 x 125ml per harinya. 

Freya 1st Birthday : preparation

Tak disangka, tak di duga Freya sudah akan berumur 1 tahun. she’s not baby anymore *gasp*

Tadinya kami mau birthday trip, tapi karena satu dan lain hal rencana di pending dulu.

Akhirnya ultah Freya pun dirayakan, bukan perayaan yg megah mewah gitu. Sesuai acara-acara sebelumnya ttp DIY

Sudah dari jauh hari Mamsky nyari tema ultah plus  Design segala printilannya.


Tema yg diambil kali ini adalah…. Sesame Street! karena Freya emang suka bgt sama Elmo dkk dr umur 3 bulanan krn di stel Elmo song atau Elmo ducks melulu hihihi..

Sekarang kalau liat Elmo duuuh girangnya ampun-ampun deeh. 

Semoga nanti acara ultah Freya berjalan dengan lancar ya, Amin ūüėÄ 

Story of Freya : Jalan-jalan naik Commuterline

Semasa saya masih lajang dahulu, paling senang jika naik angkutan umum. Selain murah hal yang terpenting adalah saya suka mengamati tingkah perilaku para penumpang lain.

Pada akhir pekan lalu, saya berniat mengunjungi ibu mertua saya dibilangan Jakarta Selatan. Dan saya memutuskan untuk memberikan pengalaman kepada Freya untuk naik kereta hehehe.. bosen kan kalau naik Bajay mulu ya.

Ketika sampai di stasiun, kok Flazz saya error. Jadinya harus mengantri beli tiket dahulu. Akhirnya kami membeli tiket seharga 12 ribu rupiah dengan deposit sebesar 10 ribu. 

Pada hari sabtu, stasiun lumayan ramai. Dan gerbong kereta arah Bogor pun padat. Alhamdulillah kami masih dapat tempat duduk.di bangku prioritas. 

Perjalanan untungnya hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Jadi kami tidak perlu berlama-lama berdesakan di gerbong kereta hehehehe…

Freya, untungnya tidak begitu rewel. Okay, next Berarti sudah siap ya untuk perjalanan yang lumayan agak jauh dikit. 

Review : Pembuatan Paspor untuk Bayi

Mungkin artikel pembuatan paspor untuk bayi dan balita sudah banyak ya, banyak yg menyarankan untuk melakukan pendaftaran secara online. 

Kali ini saya mau share pembuatan paspor melalui jalur prioritas. 

Jadi berawal dari saya mendaftarkan pembuatan paspor untuk freya, papi-nya dan perpanjangan paspor untuk saya secara online ketika hendak melakukan pembayaran via atm malah error. Rekening terdebit tetapi uangnya kembali lagi masuk ke rekening, berulangkali seperti itu hingga akhirnya saya datang langsung ke kanim I Jakarta Timur dan mereka sarankan untuk melakukan pendaftaran secara manual saja. 

Pada hari itu saya hanya mengambil formulir dan surat pernyataan saja lalu di isi di rumah sambil menyiapkan berkas apa saja yang dibutuhkan.

Hingga seminggu kemudian, saya memutuskan untuk mencoba daftar secara langsung saja atau walk in. Kemarin ketika saya mengambil formulir saya sempat melihat ada tulisan jalur prioritas yg diperuntukan bagi lansia, ibu hamil dan balita. 

Sekitar pukul 08.30 saya memutuskan untuk nekad langsung datang ke kanim Jakarta Timur di bilangan Cipinang padahal menurut kawan saya antrian sudah ramai dari pukul 06.00 pagi. 

Sang petugas ketika melihat saya menggendong Freya lalu ditanya apakah formulir dan berkasnya sudah siap semua, lalu saya dipersilahkan ke antrian prioritas yang ternyata tutup pukul 09.00. 

Setelah merapikan berkas, lalu berkas saya dan freya di check  setelah itu kami diminta untuk foto antrian. Mungkin langkah ini dilakukan untuk mencegah tindakan percaloan ya. Oh iya, ketika saya duduk di bagian prioritas cukup sepi. Antrian cukup banyak di bagian walk in dan online. 

Setelah itu kami menuju ke loket check dokumen, sekitar 5 menit nama kami pun dipanggil. Setelah check berkas lalu kami diberikan nomor antrian dan dipersilahkan untuk ke lantai 2, tempat pengambilan foto dan wawancara. 

Lantai 2, cukup luas. Bahkan saya cukup terpukau dengan kemajuan imigrasi saat ini dibandingkan pertama kali saya membuat paspor sekitar 15 tahun yang lalu, bahkan ketika saya memperpanjang paspor pada tahun 2011 silam pun belum secanggih ini.

Fasilitas yang ada antara lain, playground untuk anak, musholla dan nursery room. 

Baru saja freya mencoba ayunan di playground, eh.. nomor urut kami sudah dipanggil. Padahal saat itu ruang tunggu sudah cukup ramai lho. 

Langsung saya berlari menuju loket, setelah data kami diperiksa lalu langsung diminta untuk foto dan sekaligus di wawancara. Dikarenakan pada hari itu sistem untuk pembayarannya sedang ada gangguan, para petugas menginformasikan bahwa nanti pada hari senin kode pembayaran akan langsung di sms ke nomor cellphone kami dan langsung bisa melakukan pembayaran di bank BNI terdekat. Dan proses pembuatan paspor hanya menghabiskan waktu selama 1 jam saja! 

Paspor akan selesai 3 hari setelah pembayaran.

Tiga hari kemudian, saya dan freya kembali ke kantor Imigrasi. Kali ini kami pun dibuat terpukau oleh ramahnya layanan Imigrasi terutama untuk ibu yang membawa anak seperti saya. 

Ketika nama saya dipanggil untuk penyerahan paspor, sang petugas yang melihat saya menggendong freya di depan (saya sedang menggunakan Ergo) sedangkan saya sedang sibuk mengambil ktp di ransel saya, langsung keluar dari bilik loketnya dan meminta saya untuk menandatangani berkas di meja antrian saja, karena takut anak saya kepentok pinggiran loket yg cukup tinggi.

Dan setelah menandatangani berkas tanda terima, paspor kami pun langsung diberikan. 

Sungguh saya merasa sangat “dimanjakan” oleh pelayanan dari imigrasi kanim I Jakarta Timur, sungguh service excellent! 

Semoga kedepannya Imigrasi dan layanan publik lainnya terus menjaga dan memperbaiki kualitas layanannya ya ūüôā 

*pengalaman pribadi, bukan berbayar. 

Ayo ke IKEA : 5 things that I love from iKEA 

Hembusan gossip – gossip tentang iKEA akan melebarkan sayapnya dan membuka cabang di Indonesia sudah saya dengar dari sekitar tahun 2013. Mendengar hal itu saya jingkrak – jingkrak kegirangan, bagaimana tidak? karena brand asal Swedia ini merupakan favourite saya. Hingga akhirnya pada tahun 2014 silam, iKEA membuka cabangnya di Indonesia. Tepatnya di Alam Sutera, Tangerang.

Sekedar share pengalaman, ketika jaman kuliah setiap saya berkesempatan berkunjung ke negeri tetangga setidaknya saya menyiapkan satu hari khusus untuk shopping ke iKEA. Dengan adanya iKEA di Indonesia berarti tidak ada lagi pundak pegal karena menenteng tas Frakta berisi standing lamp sambil berlari-lari di Bandara karena telat check-in atau harus menggeret kardus berisi side table di pelabuhan Batam.

Apa saja sih yang bikin saya sampai segitu cinta-nya dengan produk Ingar Kamprad ini.

1. Concept Design

Saya suka dengan concept Design dari iKEA yang minimalis dan fungsional serta menjaga kualitas. Selain itu produknya memang di desain untuk mudah bila dipasang atau di rakit sendiri.

2. Price

Untuk harga, iKEA memiliki range ¬†harga yang lumayan “mendamaikan” isi kantong saya. Meskipun saat ini kami masih menabung dan mencicil untuk bisa mengisi rumah kami dengan produk – produk dari iKEA.

*Ini beberapa produk yang masuk dalam wishlist saya.

3. Show Unit

Di iKEA Indonesia, kita bisa melihat desain ruangan dari ruang tamu, kamar, dapur, ruang kerja hingga toilet. Sehingga kita bisa membayangkan nantinya produk akan ditempatkan dimana. Selain itu disediakan katalog, pensil, kertas untuk mencatat kode barang yang ingin kita beli nantinya.

Sebelum pergi saya biasanya mengecek katalog di http://www.ikea.com/id , sehingga sesampainya disana saya sudah tahu apa saja yang saya butuhkan.

4. Food Market

Bagi orang yang hobby makan seperti saya, makanan itu penting. Setelah lelah berkeliling show unit sudah pasti saya mampir ke restaurant iKEA.

iKEA menyajikan Swedish food, salah satunya yang jadi ciri khas adalah Swedish Meatballs!

Selain itu yang menarik, semuanya dilakukan secara self service. 

5. Kenyamanan Berbelanja

Setiap toko iKEA mengutamakan kenyaman untuk seluruh anggota keluarga. Di iKEA Alam Sutera didukung oleh parkiran yang luas dan fasilitas untuk anak-anak serta yang terpenting untuk ibu menyusui seperti saya adalah nursing room, tempatnya cukup nyaman untuk menggantikan popok serta menyusui si kecil, Freya.

Duhh.. jadi tidak sabar nih, menunggu kunjungan selanjutnya ke iKEA. I Love iKEA!

Posting blog ini diikutsertakan pada blog competition The Urban Mama bersama iKEA Indonesia #TUMIKEABlogCompetition